Istilah Hadhrami sendiri disematkan kepada masyarakat Indonesia yang memiliki darah keturunan Arab. Peminat dan penulis sejarah Hadhrami Nabiel A. Karim menjelaskan, secara literatur terma tersebut mengacu kepada etnis di Yaman Selatan.

Hadhrami melekat kepada mereka yang berdarah Arab karena hampir seluruh warga negara Indonesia yang memiliki darah Arab berasal dari Yaman.

“Sejarah migrasi keturunan Arab Indonesia bisa dikatakan hampir 95 persen berasal dari Hadhramaut. Artinya, hanya sedikit komunitas Arab yang bukan berasal dari Yaman,” kata Nabiel saat mengawali seminar dengan tema ‘Dari Yaman ke Indonesia’.

1. Berasal dari Yaman di daerah laut

Yuk! Mengenal Sejarah Masuk Hadhrami ke Indonesia IDN Times/Vanny El Rahman

Secara garis besar, Nabiel membagi pola migrasi penduduk Yaman menjadi dua wilayah, yaitu mereka yang tinggal di seputar lembah dan di sekitar laut. Penduduk Yaman yang mendiami lembah, kebanyakan berpindah ke daerah Hijaz atau Afrika.

“Sedangkan yang tinggal di pantai, mereka inilah yang hijrah ke Indonesia atau India atau Selandia Baru, karena yang mereka lihat hanyalah laut,” tutur pria kelahiran Solo itu.

2. Para imigran pasti transit di India terlebih dahulu

Yuk! Mengenal Sejarah Masuk Hadhrami ke Indonesia IDN Times/Vanny El Rahman

Dalam perjalanan mengarungi lautan, para imigran menggunakan kapal layar dengan memanfaatkan angin laut. Karenanya butuh waktu bertahun-tahun bagi para musafir tersebut untuk tiba di Indonesia.

“Jadi mereka harus transit di India. Jangan bayangkan transit zaman dulu sama seperti sekarang. Mereka transit di India bisa berbulan-bulan, menunggu angin laut atau memenuhi kebutuhan lainnya,” ungkapnya.

Nabiel menyambung, “Mungkin karena orang Arab tidak kuat hidup jika tidak berkeluarga, akhirnya mereka menikahi orang-orang India.”.

Dengan kata lain, ujar alumni FISIP-UNDIP itu, ungkapan di atas mematahkan argumentasi yang mengatakan kalau Islam di Indonesia berasal dari India.

read more…