Penghargaan SATUPENA Bagi 8 Tokoh dan Institusi atas Jasa-jasa di Bidang Penulisan dan Penerjemahan
On September 20, 2018 | 0 Comments

TRIBUNNEWS.COM, Jakarta – Perhimpunan SATUPENA memberikan Penghargaan SATUPENA kepada delapan tokoh dan institusi atas jasa-jasa mereka ikut memajukan dunia kepenulisan di Indonesia.

Mereka adalah penulis Toeti Heraty, Triawan Munaf Kepala Bekraf, Syarif Bando Kepala Perpustakaan Nasional, Suharti Sutar, Kepala PKLN mewakili Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Janet de Neefe dari Ubud Writers and Readers Festival, John McGlynn dari Yayasan Lontar, Kartini Noerdin dari Yayasan Obor, Rosidayati Rozalina dari Ikapi dan Harian Kompas.

Piagam penghargaan diserahkan di panggung utama IndonesiaInternational Book Fair IIBF di Balai Sidang Senayan JICC, Jakarta oleh Ketua Umum SATUPENA, Nasir Tamara Minggu malam (16/9).

Acara didahului dengan diskusi publik yang dipenuhi peserta bertema “Penulis Membangun Peradaban. Dari Soekarno-Hatta ke Dee Lestari dan Eka Kurniawan” yang diikuti oleh Jusman Syafii Djamal (penulis produktif yang mantan Menteri Perhubungan), Nasir Tamara, Janet de Neefe (pendiri Ubud Writers and Readers Festival UWRF yang tahun ini berusia 15 tahun), Kanti W.Janis (penulis empat novel, Sekretaris Umum SATUPENA) dan Irwan Bajang (penulis dan pendiri Indie Book Corner di Yogyakarta) dan dipandu oleh penulis Kristin Samah.

Profesor Toeti Heraty menerima Life Time Achievement Award 2018 sebagai penulis yang telah melahirkan karya-karya fiksi dan non fiksi yang mempunyai dampak besar dalam pemikiran filsafah dan perjuangan perempuan di Indonesia.

Bekraf diberikan penghargaan karena telah mendukung berdirinya asosiasi penulis Indonesia lintas genre pertama yang memperjuangkan kebhinekaan serta mendampingi para penulis dalam melawan pembajakan dan menjembatani usaha adanya pajak yang adil untuk para penulis.

Penghargaan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diberikan karena membuat berbagai kebijakan dan kegiatan berskala nasional dan internasional yang membantu berkembangnya dunia kepenulisan di Indonesia.

John Mc Glynn karena secara konsisten selama setengah abad ia bersama Yayasan Lontar telah menerjemahkan banyak sekali  karya-karya fiksi dari para pengarang Indonesia ke dalam Bahasa Inggris.

“Berkat mutu penerjemahan yang sangat baik maka karya-karya sastera Indonesia dikenal di luar negeri. John McGlynn telah menjadi jembatan antara profesi penulis dan penerjemah. Ia telah mengajarkan kepada para penerjemah bahwa tidak mungkin menjadi penerjemah yang baik bila tidak menjadi penulis yang baik terlebih dahulu”, kata Nasir Tamara.

Untuk Harian Kompas karena lebih dari setengah abad memberi tempat yang terhormat bagi para penulis fiksi dan non fiksi untuk diterbitkan di surat kabar ini. Karya-karya yang diterbitkan juga dihiasi dengan karya-karya seni rupa yang indah.

read more…